pajak

Potensi Penyelewengan Pajak

Pajak merupakan sumber utama pendapatan APBN Indonesia. Dengan demikian penyimpangan pajak yang terjadi tentu akan mengurangi pendapatan Negara. Kasus penyelewengan pajak yang sangat besar dan melibatkan berbagai pihak adalah kasus Gayus Tambunan. Tentunya sudah banya orang yang mengenalnya. Terungkapnya penyelewengan pajak oleh Gayus Tambunan hanyalah seperti fenomena gunung es. Yang tidak tampak jauh lebih besar. Ketua Komite Pengawasan Pajak menyampaikan setidaknya da 12 titik rawan penyelewengan yang terdapat dalam perpajakan. Secara jumlah juga cukup besar. Dirjen Pajak mengakui bahwa di seluruh Indonesia ada 15.000 aparat Direktorat Pajak yang rawan melakukan penyelewengan.

Penyelewengan yang terjadi ini disebabkan 2 hal. Pertama, peraturan dan sistem yang belum baik yang memnungkinkan terjadinya penyimpangan diberbagai lapisan dan bagian Direktorat Jenderal Pajak. Kedua, adanya berbagai elemen aparat dan masyarakat terutama stake holder pajak yang ingin mendapatkan keuntungan melebihi haknya dengan melakukan penyimpangan. Menurut Imron Mawardi dalam sebuah Seminar Nasional setidaknya ada 5 potensi penyelewengan pajak. Potensi dari petugas pajak, potensi dari wajib pajak, potensi dari konsultan dan akuntan pajak, potensi pengadilan pajak, potensi makelar kasus.

Potensi dari petugas pajak. Seperti yang diungkapkan oleh dirjen pajak peluang bagi petugas pajak untuk melakukan penyelewengan sangat besar. Dia ada di ladang yang sangat memungkinkan untuk melakukan penyelewengan. Dalam mengatasi hal ini sebenarnya pemerintah sudah berupaya melakukan pencegahan. Dengan reformasi DItjen Pajak sejak tahun 2004 makan para pegawai pajak telah mendapatkan gaji yang lebih layak dari kementrian yang lain. Namun sifat tamak manusia tidak pernah berhenti, apalagi jika peluang itu terbuka lebar.

Potensi dari wajib pajak. Indonesia dalam perhitungan pajaknya menerapkan sistem self assessment. Yakni mewajibkan bagi para wajib pajak untuk menghitung sendiri, menyetor sendiri dan melaporkan sendiri ajak yang terutang. Dengan sistem ini para wajib pajak harus rela menghitung semua pajaknya dan siap menerima resiko yang bisa muncul dari laopran yang disampaikan. Jika ternyata kenyataan petugas pajak menemukan kekurangan pajak di lapangan maka wajib pajak harus membayar kekurangannya. Jika wajib pajak dan pegawai pajaknya bermental korup maka penyelewengan tidak akan bisa dihindari.

Potensi dari konsultan dan akuntan pajak. Sebelum reformasi DItjen Pajak disinyalir banyak konsultan pajak yang berbagi peran dengan petugas pajak untuk menikmati uang pajak yang harusnya masuk Negara. Namun setelah reformasi penyelewengan inipun tida bisa dihindari. Bahkan konsultan pajak bisa menjadi pemain tunggal dalam permainan penyelewengan pajak.

Potensi pengadilan pajak. Pengadilan pajak memiliki peran sebagai lembaga peradilan tempat bagi wajib pajak mengajukan upaya banding dan gugatan sengketa pajak. Banding dilakukan apabila wajib pajak tidak puas dengan ketetapan pajak hasil pemeriksaan Ditjen Pajak. Pada tahun 2008 jumlah banding dan gugatan di Pengadilan Pajak naik dari 4.836 kasus pada tahun 2007 menjadi 6.430 kasus. Dan yang mencegangkan justru pada saat banding pengadilan pajak selalu kalah. Apa yang terjadi?

Potensi makelar pajak. Makelar kasus ini bertugas sebagai ‘penghubung’ pada perkara pajak. Yang menimbulkan adanya penyelewengan pajak ini disebabkan ketidakjelasan aturan mengenai makelar.

produk impor

Produk Impor Memenuhi Pasar, Rakyat Sengsara

Akhir-akhir ini Indonesia dibanjiri dengan produk-produk impor. Ini adalah buah dari ditetapkannya CAFTA (China Asian Free Trade Area) dan dalam wakru dekat akan disusul dengan AFTA. Sayangnya membanjirnya produk impor ini tidak diiringi dengan perlindungan produk dalam negeri oleh pemerintah. Tentu saja produk lokal dengan berbagai keterbatasannya kalah bersaing dengan produk luar negeri, karena produk impor jauh lebih murah dari produk lokal, sehingga hasilnya produk impor lebih diminati dan perusahaan lokal mati karena kalah bersaing. Ini tidak hanya merugikan produsen, ke depan ternyata juga memberikan efek kepada masyarakat kebanyakan karena ketergantungan terhadap produk impor. Misalnya pada kasus naiknya harga bawang putih dan bawang merah. Selama ini yang beredar di pasar dan diminati oleh berbagai kalangan adalah bawang merah dan bawang putih impor sehingga petani berpindah untuk menanam tanaman lain yang lebih laku di pasar. Pasarpun mengandalkan peredarannya pada produk impor. Kondisi ini sangat mudah dikendalikan oleh importir. Dengan sedikit strategi menyetop impor produk maka dia akan mudah mendapatkan keuntungan dengan naiknya harga bawang.

Adapun apa yang dilakukan oleh pemerintah? Selama ini ketika harga barang-barang terutama kebutuhan pokok meningkat di pasar, pemerintah ternyata tidak mau kalah. Pemerintah berusaha mencari keuntungan di dalamnya bagaimana caranya? Pemerintah membeli barang dari petani dengan harga murah kemudian menjual ke pasar dengan harga yang sedikit lebih murah dari harga pasar. Hasilnya pemerintah diuntungkan dengan adanya selisih antara harga beli dan harga jual.

Pemerintah telah membiarkan rakyat berjuang sendiri ditengah hukum rimba yang berlaku. Di saat para pemilik modal berkuasa dengan harta yang dimilikinya, rakyat ditelantarkan oleh pemerintah yang justru berusaha menarik keuntungan darinya. Walhasil apa yang terjadi, ketimpangan ekonomi secara nyata terjadi. Kekayaan 40 ribu orang terkaya Indonesia sebesar Rp 680 Triliun (71,3 miliar USD) atau setara dengan 10,33% PDB, dan sementara 140 juta penduuk Indonesia berebut kekayaan 60%. Konsentrasi kekayaan hanya pada kelompok kecil itu mengakibatkan semakin meningkatnya jumlah orang miskin di Indonesia.

bahaya televisi pada anak

Televisi Dan Dampaknya Bagi Anak

Di era modern saat ini, televisi telah banyak diketahui dan dimiliki oleh berbagai kalangan. Mulai dari kalangan ekonomi atas, menengah hingga ke bawah. Televisi seolah telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat dunia. Televisi sangat digemari tidak hanya oleh orang dewasa tapi juga oleh anak-anak. Ini dikarenakan ddalam televisi mengandung berbagai jenis tayangan yang digemari oleh berbagai umur. Mulai dari berita, film, infotainment, tayangan musik, juga kartun. Selama ini tayangan dewasa menempati porsi yang lebih banyak. Namun seiring dengan permintaan pasar, saat ini sudah ada beberapa stasiun televisi yang mengkhususkan tayangannya bagi anak-anak. Hal ini menyebabkan anak tidak pernah berhenti untuk melihat televisi. Banyak anak yang kemudian kecanduan televisi. Ini sebabanya anak-anak perlu pengawasan.

Secara kesehatan, menonton televisi selama tiga hingga empat jam memberikan efek yang negative. Kesehatan mata terancam karena radiasi cahaya yang dipancarkan dari layar. Apalagi biasanya saking asyiknya anak-anak cenderung menonton televisi sampai mendekati layar. Selain acara-acara yang disajikan memberikan nilai-nilai yang kurag mendidik dan mengganggu perkembangan kecerdasan anak. Apalagi beberapa film kartun yang dipertontonkan saat ini justru merangsang syahwat anak-anak. Sebagian film-film kartun ini mengetengahkan percintaan, seperti serial-serial dan drama-drama untuk orang dewasa. Manusia, binatang melata, maupun seranggga-serangga yang memadu kasih dan bercumbu. Ini bisa merangsang syahwat anak, mengundang perbuatan keji, dan memberikan dorongan untuk melakukan hubungan cinta dengan wanita-wanita kerabat. Selain itu, sebagian film-film asing di dalamnya tampak rasisme. Kebenaran, kebaikan, kepahlawanan, dan kemenangan hanya milik orang-orang kulit putih. Film-film yang ditayangkan terkesan menyanjung-nyanjung bangsa berkulit putih, sedangakan orang kulit sawo matang atau yang lain berada pihak yang salah dan kalah.

Bahaya televisi juga tampak pada tayangan-tayangan lain. Beberapa bahaya itu antara lain: merangsang nafsu seks anak-anak, mempengaruhi anak dengan kebrutalan-kebrutalan serta kekejaman yang ditayangkan di televisi, anak-anak terpengaruh dengan ungkapan-ungkapan yang berupa cacian dan makian. Televisi juga menyebabkan jam tidur anak menjadi semakin larut. Dengan berbagai bahaya dan pengaruh yang disebabkan oleh televisi sebaiknya orang tua lebih berhati-hati dan melakukan penyaringan pada tayangan-tayangan yang ditontonkan kepada anak

swasembada pangan

Menuju Swasembada Pangan

Swasembada pangan bukanlah sebuah impian di siang bolong. Indonesia pernah mengalaminya di masa Suharto. Namun kini kondisi berbalik 180 derajat. Indonesia yang dulu dikenal sebagai Negara swasembada pangan justru mengimpor beras. Padahal Indonesia Negara agraris. Lalu bagaimana menjadi Negara swasembada pangan dengan kondisi dan tantangan saat ini?

Pertama yang harus menjadi focus perhatian bahwa Negara harus memiliki tujuan politik pertanian untuk mewujudkan kesejahteraan dalam pertanian, pengolahan hasil pertanian maupun perdagangan dan jasa pertanian sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok rakyat. Negara juga harus memiliki prinsip untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri terlebih dulu baru dipasarkan keluar negeri. Kebijakan yang perlu diambil oleh Negara adalah intensifikasi dan ekstensifikasi. Indonesia adalah Negara kepulauan yang memeiliki area daratan 192 juta hektar. Selain itu Indonesia sangat subur dan cocok untuk lahan pertanian. Lahan yang subur ini bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk menanam padi saja tapi juga tanaman sumber makanan pokok lainnya seperti ubi kayu, ubi jalar, jagung, dan kentang.

Untuk memenuhi swasembada pangan perlu didukung dengan kebijakan di bidang lainnya yakni di bidang industry dan perdagangan. Di bidang industry Negara harus menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung. Seperti adanya bibit unggul yang murah dan berkualitas, pupuk, seta obat hama. Negara juga perlu untuk membangun saluran irigasi untuk memperlancar pengairan bagi pertanian. Yang tidak kalah pentingnya adalah tempat penyimpanan hasil pertanian yang bisa membuat hasil pertanian ini bertahan dalam waktu yang lama. Selain itu, petani juga harus dibekali dengan wawasan pertanian yang luas. Negara harus mengadakan lembaga-lembaga penyuluhan untuk petani. Di bidang perdagangan peran Negara juga sangat penting. Kebijakan ini yang menjamin harga produk pertanian sehat dan menguntungkan bagi petani.

narkoba

NARKOBA dan Tindak Kriminal

Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang. Meski tidak banyak yang mengetahui secara detail kepanjangan dari narkoba, namun banyak orang yang sudah mengetahui tentangnya. Narkoba adalah bahan atau zat kimia yang dapat mempengaruhi kejiwaan seseorang dan dapat pula menimbulkan ketergantungan. Narkotika dan obat terlarang banyak jenisnya. Narkotika terdiri atas: ganja, kokain dan candu. Adapun obat-obat terlarang misalnya ametamin, dan benzerdine yang digunakan sebagai obat perangsang. Juga ada obat phewnorbital, nebutal, seconal yang digunakan di dunia kedokteran sebagai obat penenang.

Narkotika dan beberapa obat yang sering disalahgunakan ini memang digunakan di dunia medis. Namun sudah sejak lama telah disalahgunakan oleh banyak orang untuk mencari kesenangan duniawi. Berbagai kalangan yang menggunakan tidak hanya dari golongan orang dewasa saja namun bahkan saat ini sudah merembet ke anak sekolah. Yang lebih parahnya sudah banyak beredar pula di sekolah-sekolah dasar. Penyalahgunaan narkoba ini telah banyak diketahui memberikan efek buruk bagi kesehatan dan aspek sosial. Berdasarkan laporan WHO dikatakan bahwa narkoba berada dibalik tindak kriminal yang terjadi. Tercatat setidaknya 86% dari kejadian pembunuhan, 5% dari perampokan dan kekerasan, 50% dari kecelakaan disebabakan karena pelakunya menggunakan narkoba.

Selain itu narkoba telah sejak lama menjadi penyebab utama dari kejadian HIV / AIDS. Meskipun saat ini penyebab HIV / AIDS yang utama telah bergeser ke seks bebas. Sayangnya meski telah menjadi barang yang ‘diharamkan’ oleh berbagai Negara, namun upaya pemberantasan penyebaran narkoba ini masih belum dilakukan dengan serius. Walhasil, bukannya berkurang jumlah penggunanya justru semakin bertambah di berbagai belahan dunia. Dan jangan ditanya tentang efek sosial yang ditimbulkannya, tentu saja memberikan  semakin meningkat pula.